TANJUNG SELOR — Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Kaltara 2027 resmi masuk meja DPRD. Dalam nota pengantar yang dibacakan Gubernur Zainal A. Paliwang, pemerintah daerah menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,6 persen dan menekan angka kemiskinan hingga 4,20 persen pada tahun depan.
Untuk mencapai target itu, Pemprov Kaltara mengusulkan belanja daerah Rp2,231 triliun yang salah satunya akan ditopang Pembiayaan Netto Rp30 miliar dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA). Selisih antara belanja dan pendapatan tersebut menjadi bagian dari strategi fiskal yang tengah dibahas bersama legislatif.
Prinsip Money Follows Program dan Target Makro Ekonomi
Gubernur Zainal menjelaskan, penyusunan KUA-PPAS 2027 mengacu pada Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal, serta rancangan akhir RKPD Kaltara 2027. Kebijakan ini mendukung tema "Tumbuh Lebih Tinggi, Sejahtera Lebih Cepat".
"Setiap program harus produktif dan memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat," kata Zainal di Ruang Rapat Lemlai Suri, Tanjung Selor.
Belanja daerah tahun depan akan menerapkan prinsip money follows program. Artinya, alokasi anggaran tidak lagi tersebar merata, melainkan dikucurkan ke program dengan manfaat nyata dan selaras dengan prioritas pembangunan nasional. Alokasi juga difokuskan untuk memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) pada urusan wajib pelayanan dasar.
Delapan Program Unggulan Jadi Prioritas Pembangunan
Pemprov Kaltara menetapkan delapan program unggulan untuk menggerakkan ekonomi dan kesejahteraan. Program tersebut meliputi pengembangan SDM yang sehat dan cerdas, pembangunan kawasan perbatasan, serta peningkatan produktivitas ekonomi kerakyatan.
Selain itu, pemerintah juga memprioritaskan pengembangan pangan dan agribisnis, ekonomi hijau dan biru, pariwisata dan budaya, akselerasi konektivitas antarwilayah, serta tata kelola pemerintahan yang kolaboratif dan inovatif. Delapan sektor ini menjadi penopang utama capaian target makro 2027.
Ekonomi Tumbuh 5,23 Persen, Inflasi Terkendali di 2 Persen
Kebijakan ini disusun di tengah kinerja ekonomi Kaltara yang menunjukkan tren positif. Pada Triwulan I-2026, ekonomi Kaltara tumbuh 5,23 persen secara year-on-year, dengan sektor konstruksi menjadi pendorong utama pertumbuhan.
Sementara itu, inflasi pada Juli 2026 tercatat 2,00 persen dan tingkat kemiskinan pada Maret 2026 berhasil ditekan menjadi 5,18 persen. Capaian ini menjadi modal dasar untuk mengejar target yang lebih ambisius di 2027.
Gubernur berharap pembahasan KUA-PPAS bersama DPRD Kaltara menghasilkan kesepakatan anggaran yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Target akhirnya, APBD 2027 tidak sekadar menjadi instrumen pembiayaan pemerintahan, tetapi menjadi penggerak pelayanan dasar, ekonomi masyarakat, dan konektivitas di seluruh wilayah Kaltara.