Pencarian

WIKA dan PP Berpotensi Delisting dari Bursa, Danantara Buka Suara soal Nasib Dua BUMN Karya

Rabu, 19 Agustus 2026 • 09:24:01 WIB
WIKA dan PP Berpotensi Delisting dari Bursa, Danantara Buka Suara soal Nasib Dua BUMN Karya
Danantara menyatakan masih mengkaji opsi penyelamatan WIKA dan PP dari potensi delisting di Bursa Efek Indonesia.

KALIMANTAN UTARA — Dony Oskaria menyatakan pihaknya masih terus mengkaji sejumlah opsi untuk menyelamatkan WIKA dan PP dari potensi delisting. Menurutnya, keputusan final akan mempertimbangkan dampak terhadap para pemegang saham publik dan kelangsungan proyek-proyek infrastruktur strategis negara yang tengah digarap keduanya.

"Kami sedang mendalami skema terbaik. Yang jelas, kesinambungan usaha dan penyelesaian proyek tetap jadi prioritas utama," ujarnya merespons kekhawatiran investor di pasar modal.

Pernyataan ini muncul di tengah tekanan likuiditas yang melanda sejumlah BUMN Karya. Sebelumnya, WIKA dan PP tercatat mengalami penurunan kinerja keuangan yang signifikan, ditandai akumulasi utang yang tinggi dan keterlambatan pembayaran ke vendor serta subkontraktor.

Skema Penyelamatan yang Mengemuka

Di internal Kementerian BUMN, wacana penggabungan (merger) atau restrukturisasi utang menjadi opsi yang paling mungkin diambil. Langkah ini dinilai lebih realistis ketimbang membiarkan kedua emiten tersebut keluar dari bursa, yang berpotensi memicu aksi jual dan merugikan investor ritel.

Sebagai induk holding, Danantara memiliki wewenang untuk melakukan penyuntikan modal (rights issue) atau skema penjaminan. Namun, keputusan tersebut membutuhkan persetujuan RUPS dan kajian mendalam terhadap kesehatan fiskal negara.

Para analis menilai delisting justru akan mempersempit ruang gerak BUMN Karya dalam mencari pendanaan segar dari pasar modal. Padahal, kebutuhan kas untuk merampungkan proyek jalan tol, bendungan, dan gedung pemerintahan masih sangat besar hingga tahun depan.

Apa Dampaknya bagi Proyek dan Pekerja?

Kekhawatiran terbesar bukan hanya soal harga saham yang anjlok, melainkan keberlanjutan proyek. Jika WIKA dan PP benar-benar keluar dari bursa, proses tender proyek baru bisa terhambat karena persepsi risiko yang meningkat di kalangan perbankan.

Di sisi lain, ribuan tenaga kerja konstruksi dan vendor lokal menggantungkan nasib pada kelancaran pembayaran dari dua BUMN ini. Pemerintah pun berkepentingan memastikan proyek-proyek prioritas seperti Ibu Kota Nusantara (IKN) dan jaringan irigasi tetap berjalan tanpa gangguan berarti.

Hingga berita ini diturunkan, manajemen WIKA dan PP belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kelanjutan status pencatatan saham mereka di BEI. Namun, sinyal dari Danantara mengindikasikan bahwa penyelamatan internal lebih diutamakan ketimbang membiarkan keduanya terdepak dari pasar.

Keputusan final diperkirakan baru akan diumumkan setelah evaluasi kuartal III selesai, dengan skenario paling realistis adalah restrukturisasi utang yang diikuti penambahan modal dari negara.

Follow kabartarakan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ekonomi.republika.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks