TANJUNG SELOR — Gubernur Kalimantan Utara Zainal A. Paliwang meminta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperkuat kapasitas produksi dan legalitas usaha agar bisa masuk ke ekosistem industri besar di daerahnya. Dorongan ini disampaikan dalam acara Temu Bisnis Terarah Sistem Integrasi Nilai Ekonomi Rantai Global Industri untuk Kalimantan Utara (SINERGI Kaltara) di Aula Kantor Gubernur, Selasa (18/8).
Forum bertema "Kemitraan Kebutuhan Industri dengan Ketersediaan UMKM" ini digagas sebagai jembatan antara pengusaha lokal dengan perusahaan yang beroperasi di kawasan industri strategis.
Kunci Masuk Rantai Pasok: Standar, Kualitas, dan Legalitas
Zainal menegaskan bahwa pertumbuhan industri di Kaltara tidak akan berarti jika tidak dirasakan langsung oleh pengusaha lokal. Menurutnya, investasi yang masuk harus memberi nilai tambah nyata bagi masyarakat.
"Yang kita harapkan, investasi yang masuk tidak hanya memberikan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memberi manfaat bagi masyarakat dan pengusaha lokal," jelasnya.
Pemprov Kaltara menyiapkan pendampingan bagi UMKM dari sisi standar produk, kualitas, legalitas, hingga kapasitas produksi. Langkah ini dinilai krusial agar pelaku usaha lokal tidak sekadar menjadi penonton di daerahnya sendiri.
Kemitraan Konkret, Bukan Sekadar Seremoni
Sekretaris Daerah Provinsi Kaltara Denny Harianto mengingatkan agar forum bisnis ini tidak berhenti pada tahap diskusi. Ia meminta ada tindak lanjut nyata berupa kerja sama usaha yang bisa dijalankan.
"Jangan berhenti pada pertemuan dan diskusi. Harus ada tindak lanjut dan kemitraan bisnis yang konkret," ujarnya.
Denny menambahkan, semakin banyak UMKM yang masuk rantai pasok industri, semakin besar peluang investasi memberikan efek berantai bagi perekonomian daerah.
Dukungan Korporasi dan Bank Indonesia
Kegiatan ini juga ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Pemprov Kaltara dengan PT Pesona Khatulistiwa Nusantara (PKN) dan PT Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI). Kedua perusahaan dinilai membuka ruang bagi UMKM lokal untuk berkembang.
Apresiasi juga disampaikan kepada Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltara yang selama ini mendorong pengembangan UMKM di wilayah perbatasan tersebut.
Dengan adanya sinergi ini, Pemprov menargetkan UMKM Kaltara tidak hanya bertahan, tetapi mampu tumbuh bersama geliat industri di Tanah Kuning yang menjadi salah satu proyek prioritas nasional.