TANJUNG SELOR — Angka kecelakaan kapal di Indonesia masih memprihatinkan. Dalam kurun waktu delapan bulan terakhir, korban meninggal dunia dan hilang akibat insiden pelayaran mencapai 442 orang, sebuah angka yang menjadi pengingat keras akan pentingnya keselamatan transportasi laut.
Di tengah tingginya angka tersebut, BMKG meminta masyarakat pesisir, khususnya di Kalimantan Utara, meningkatkan kewaspadaan. Potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir diprakirakan terjadi di Tanjung Selor pada Minggu (23/8). Kondisi ini dipicu oleh bibit siklon tropis 97W yang terpantau di Samudra Pasifik Utara Papua.
Bibit Siklon 97W Picu Pertumbuhan Awan Hujan di Kalimantan Utara
BMKG menjelaskan, bibit siklon tropis 97W menginduksi terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang hingga Samudra Pasifik Utara Maluku Utara. Dinamika atmosfer ini secara langsung meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang jalur tersebut, termasuk wilayah pesisir utara Kalimantan.
Selain itu, daerah perlambatan kecepatan angin atau konvergensi juga terpantau di sejumlah titik, mulai dari Samudra Hindia barat Sumatera hingga Aceh, pesisir utara Kalimantan Barat, hingga Laut Filipina. Pertemuan angin atau konfluensi turut diprakirakan terbentuk di Laut Natuna, Laut Jawa, Laut Timor, dan Laut Maluku.
Waspada Cuaca Ekstrem bagi Nelayan dan Pengguna Transportasi Laut
Imbas dari dinamika atmosfer ini, gelombang dan cuaca di perairan utara Kalimantan Utara berpotensi memburuk. Masyarakat yang beraktivitas di pesisir, terutama nelayan yang menggunakan kapal kecil, diimbau untuk tidak memaksakan diri melaut jika kondisi cuaca memburuk.
Angka korban jiwa yang tinggi dalam delapan bulan terakhir menjadi alarm tersendiri. Keselamatan pelayaran harus menjadi prioritas utama, terutama saat kondisi cuaca ekstrem seperti yang diprakirakan terjadi akhir pekan ini.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi di situs bmkg.go.id atau media sosial @infobmkg guna mendapatkan pembaruan data secara real-time. Dengan informasi yang akurat, diharapkan risiko kecelakaan di laut dapat ditekan. (Sumber: YouTube BMKG)