JAKARTA — Luas kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Utara yang mencapai 1.076,93 hektare dinilai telah memasuki level yang mengancam aktivitas warga. Ketua PURT DPD RI Hasan Basri menyebut bencana asap mulai melumpuhkan sektor pendidikan lantaran proses belajar mengajar terganggu kabut tebal.
Desakan ini disampaikan Hasan Basri menyusul eskalasi karhutla tahun ini yang ia nilai jauh lebih parah dibanding periode sebelumnya. Kondisi itu memicu kerugian besar secara materiil maupun immateriil bagi masyarakat di wilayah Kalimantan, khususnya Kaltara.
Proses Belajar Mengajar Terdisrupsi Kabut Asap
Hasan Basri menggarisbawahi dampak kebakaran yang mulai menyentuh anak-anak sekolah. Ia menyebut tebalnya kabut asap membuat sejumlah siswa kesulitan menjalani aktivitas di sekolah.
“Pertama-tama kita meminta pemerintah pusat memperhatikan secara serius penanganan kebakaran hutan di Kalimantan yang saat ini sudah berpotensi membuat kerugian baik materiil maupun immateriil, terutama khususnya anak-anak kita yang sudah mulai sulit untuk sekolah akibat daripada kebakaran hutan ini,” ujar Hasan Basri dalam keterangannya.
TMC dan Penegakan Hukum Jadi Kunci Penanganan
Untuk menekan meluasnya titik api, senator asal Kaltara ini meminta langkah darurat digerakkan secara intensif. Optimasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) serta penyiapan sumber serapan air yang mudah diakses petugas menjadi rekomendasi utamanya.
“Pemerintah harus mengoptimalkan Teknologi Modifikasi Cuaca serta menyiapkan sumber-sumber serapan air yang dapat diakses oleh petugas di lapangan untuk memadamkan titik-titik api,” tuturnya.
Ia menambahkan, aparat penegak hukum wajib menindak tegas pihak yang terbukti membakar hutan, baik korporasi maupun kelompok masyarakat. Hal itu dinilai krusial agar karhutla tidak terulang setiap musim kemarau.
“Agar kebakaran hutan itu tidak terjadi lagi, aparat penegak hukum harus menindak tegas khususnya kepada mereka-mereka yang melakukan pembakaran hutan, baik oleh korporasi maupun kelompok masyarakat,” tegasnya.
Evaluasi Kementerian Kehutanan Dinilai Mendesak
Hasan Basri menyoroti minimnya perbaikan signifikan meski presiden telah turun ke lapangan. Ia mendorong adanya evaluasi menyeluruh dari kepala negara terhadap kementerian yang dinilainya gagal menjalankan fungsi pencegahan.
“Saya juga melihat kedatangan presiden belum berdampak baik terhadap pembenahan Karhutla ini. Sehingga kami perlu menyampaikan agar kementerian terkait perlu dievaluasi khususnya Kementerian Kehutanan yang tidak maksimal menangani persoalan ini,” ungkapnya.
Warga Diimbau Gunakan Masker, Sekolah Zona Merah Diminta Libur
Menyikapi risiko kesehatan yang meningkat, Hasan Basri mengimbau sekolah di zona merah ISPA mempertimbangkan peliburan atau relokasi sementara. Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan juga diminta konsisten mengenakan masker.
Ia menyatakan kesiapannya mendukung penuh pemerintah daerah dan pusat dalam upaya menjaga kelestarian hutan. “Kami siap memberikan dukungan penuh kepada pemerintah daerah maupun pusat agar masyarakat bersama-sama menjaga hutan kita agar tetap lestari dan terhindar dari bencana kebakaran,” pungkasnya.