KALIMANTAN UTARA — Kegiatan yang digelar di Jakarta, Kamis (10/9/2026), dibuka Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta Ady Hendratta bersama Chief Commercial Officer PaDi UMKM Bayu Surya Adi. Peserta dan ahli waris didorong mengembangkan potensi usaha yang dimiliki dengan memanfaatkan manfaat jaminan sosial sebagai salah satu modal membangun kemandirian ekonomi.
Siapa yang Bisa Ikut Program Ini
Program ini menyasar dua kelompok utama: peserta BPJS Ketenagakerjaan yang masih aktif dan ahli waris yang menerima manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan. Keduanya didorong memanfaatkan manfaat yang sudah diterima untuk kegiatan produktif, bukan sekadar konsumsi.
Ady menekankan perlindungan jaminan sosial tidak berhenti setelah manfaat diterima peserta atau ahli waris. Menurutnya, diperlukan upaya pemberdayaan agar manfaat tersebut memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan.
"Kami ingin memastikan manfaat yang diterima peserta maupun ahli waris dapat menjadi bagian dari upaya membangun kehidupan yang lebih mandiri. Karena itu, pemberdayaan menjadi penting agar manfaat tidak hanya memberikan perlindungan, tetapi juga membuka peluang untuk berkembang secara ekonomi," ujar Ady.
Apa Peran PaDi UMKM
PaDi UMKM adalah platform digital yang mempertemukan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah dengan kebutuhan pengadaan dari instansi maupun perusahaan BUMN. Kolaborasi ini membuka peluang bagi peserta dan ahli waris yang telah memiliki usaha untuk memperluas pemasaran.
"Melalui PaDi UMKM, kami berharap peserta dan ahli waris dapat memperluas pasar, memperkenalkan produknya kepada lebih banyak konsumen, dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan," kata Ady.
Bayu menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia menyebut PaDi UMKM memiliki semangat yang sama dalam mendorong pelaku UMKM untuk berkembang dan naik kelas.
"Kami menyambut baik kolaborasi ini. PaDi UMKM hadir untuk mempertemukan pelaku usaha dengan peluang pasar. Kami berharap penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan dapat memanfaatkan ekosistem ini untuk mengembangkan bisnisnya," kata Bayu.
Manfaat Konkret bagi Peserta dan Ahli Waris
Bagi peserta atau ahli waris yang sudah punya usaha, kolaborasi ini membuka akses ke pasar pengadaan instansi dan BUMN. Produk mereka bisa dikenalkan ke lebih banyak konsumen melalui platform digital.
Peserta yang belum memiliki usaha tetap bisa memanfaatkan manfaat jaminan sosial sebagai modal awal. Pendampingan pemberdayaan diarahkan agar manfaat tersebut tidak habis untuk kebutuhan konsumtif semata.
BPJS Ketenagakerjaan dan PaDi UMKM berharap semakin banyak peserta dan ahli waris yang mampu mengembangkan usaha, meningkatkan kemandirian ekonomi, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.
Cara Mengakses dan Informasi Lanjutan
Peserta dan ahli waris yang ingin mengetahui detail program dapat menghubungi kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan terdekat atau mengakses kanal resmi BPJS Ketenagakerjaan. Informasi soal pendaftaran PaDi UMKM dapat diakses melalui platform resmi PaDi UMKM.
Masyarakat diimbau berhati-hati terhadap pihak yang mengatasnamakan program ini dan meminta biaya pendaftaran. Layanan resmi BPJS Ketenagakerjaan tidak memungut biaya untuk keikutsertaan dalam kegiatan pemberdayaan. Pengaduan dapat disampaikan melalui kanal resmi BPJS Ketenagakerjaan atau layanan Lapor BPJS.