Pencarian

Dan Rather 95 Tahun, Film Dokumenter "Rather" Gratis di YouTube

Senin, 26 Oktober 2026 • 20:21:01 WIB
Dan Rather 95 Tahun, Film Dokumenter
Film dokumenter "Rather" resmi dirilis gratis di YouTube bertepatan dengan ulang tahun ke-95 jurnalis Dan Rather.

KALIMANTAN UTARA — Film dokumenter "Rather" resmi bisa ditonton gratis di YouTube mulai pekan ini, bertepatan dengan ulang tahun ke-95 jurnalis legendaris Dan Rather pada Sabtu mendatang. Dokumenter garapan sutradara Frank Marshall ini diproduksi Wavelength, Original Productions milik Fremantle, dan Anchor Entertainment, dirilis bertepatan dengan Free Speech Week. Rather berharap distribusi gratis ini memperluas audiens sekaligus menegaskan pentingnya kebebasan pers di tengah tekanan politik menjelang pemilu midterm 2026.

Mantan pembawa acara CBS Evening News itu tidak menyembunyikan kekhawatirannya terhadap masa depan jurnalisme, khususnya di CBS News yang ia tinggalkan pada 2006. Dalam wawancara dengan Variety, Rather menyebut kondisi CBS News saat ini sebagai "bencana" di banyak aspek.

Isi Dokumenter "Rather"

Film berdurasi penuh ini menyoroti perjalanan karier Rather selama 44 tahun di CBS News, termasuk momen kontroversial saat ia hengkang dari jaringan tersebut. Sejumlah rekaman arsip yang belum pernah ditayangkan ikut ditampilkan, memperlihatkan sisi lain dari sosok yang identik dengan liputan investigasi televisi Amerika.

Rather juga dikenal lewat program 60 Minutes sebelum mengambil alih CBS Evening News pada 1981. Sepanjang kariernya, ia meraih sejumlah penghargaan bergengsi, termasuk Emmy, Peabody, dan Edward R. Murrow Award.

Kritik Tajam untuk CBS News

Rather menilai kepemilikan baru CBS News di bawah Skydance membawa arah yang mengkhawatirkan. Menurutnya, ada upaya mengubah CBS News menjadi versi Fox News yang lebih halus.

"What's happened at CBS News is sad. It is in many ways a disaster, not just for the people who work at CBS News," ujar Rather kepada Variety.

Ia menyoroti peran pemilik modal besar yang dinilainya semakin mencampuri independensi redaksi. Rather menyebut Donald Trump sebagai salah satu pihak yang berkepentingan menekan 60 Minutes, program yang pernah menjadi andalan CBS.

"The wreckage of CBS News is everywhere, and continues to this moment. I don't see how to stop it," katanya.

Dukungan untuk Scott Pelley dan Sharyn Alfonsi

Rather memberikan apresiasi kepada dua mantan koresponden 60 Minutes, Scott Pelley dan Sharyn Alfonsi, yang vokal menentang perubahan di CBS News. Keduanya kemudian meninggalkan jaringan tersebut.

"Scott Pelley and Sheryn Alfonsi were two of the best television correspondents in the country," ucap Rather. Ia menilai keberanian keduanya berbicara di tengah tekanan memiliki harga mahal, tema yang juga menjadi benang merah dokumenter ini.

Rather sendiri tidak mengenal Bari Weiss sebelum perempuan itu ditunjuk sebagai editor-in-chief CBS News. Ia menilai Weiss bergerak cepat mengarahkan CBS News ke arah yang ia nilai merugikan independensi jurnalistik.

Peringatan soal Kebebasan Pers

Dokumenter "Rather" juga membahas ancaman terhadap Amendemen Pertama dan kebebasan pers yang kian terasa di Amerika Serikat. Rather menyoroti bagaimana sebagian media kini dikendalikan kepentingan politik dan kekuatan korporasi besar.

"Much of the American press these days is a combination of our politics in bed with immense corporate power to put out 'news' for their benefit, not news for the public's benefit," tegasnya.

Hingga kini, Rather tetap aktif menulis lewat newsletter Substack bertajuk "Steady". Ia berharap dokumenter ini bisa menjangkau penonton lebih luas dan mendorong publik memikirkan ulang pentingnya pers yang independen.

Distribusi gratis "Rather" di YouTube menjadi langkah produksi untuk membuka akses seluas mungkin, terutama bagi penonton yang belum sempat menyaksikannya di festival atau platform berbayar.

Follow kabartarakan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: variety.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks