KALIMANTAN UTARA — Bukan sekadar gol biasa. Saat bola hasil tendangan bebas Ronaldo bersarang di gawang Damac, stadion di Riyadh seakan berhenti sejenak. Ronaldo, yang biasanya merayakan dengan lompatan khasnya, justru berteriak histeris. Rekan-rekannya segera berlari mendekat, bukan untuk merayakan gol, tapi untuk memeluk pemain berusia 40 tahun yang tak kuasa menahan air mata.
Dua Gol, Satu Mimpi yang Tertunda 3,5 Musim
Ronaldo mencetak gol keduanya pada menit ke-81, memperbesar keunggulan jadi 4-1. Ditarik keluar dua menit berselang, ia berjalan pelan sambil menyeka air mata. Adegan mencium logo Al Nassr di kostumnya menjadi simbol bahwa perjalanan panjang ini akhirnya berbuah manis.
Sejak bergabung pada pertengahan musim 2022/2023, Ronaldo butuh waktu 3,5 musim untuk merasakan gelar liga. Tekanan untuk membawa Al Nassr juara sangat besar, apalagi dengan dominasi Al Hilal yang terus membayangi hingga akhir musim. Koleksi 85 poin, unggul dua angka dari rival beratnya, menjadi bukti bahwa kerja keras dan air mata itu tidak sia-sia.
Drama di Lapangan: Ketegangan yang Berujung Haru
Laga melawan Damac sebenarnya tidak mudah. Meski tidak pernah tertinggal, Al Nassr sempat tertekan setelah Damac memperkecil kedudukan menjadi 2-1 di menit ke-58. Situasi itulah yang membuat Ronaldo tampil sebagai pemecah kebuntuan. Tendangan bebasnya di menit ke-63 tidak hanya mengubah skor, tapi juga melepas beban emosional yang ia pendam selama ini.
Video Ronaldo menangis saat merayakan gol pun viral di media sosial. Bukan karena skor besar, melainkan karena ekspresi kelegaan yang terpancar dari wajah seorang legenda yang haus akan trofi. "Dia bermain dengan hati," komentar seorang pengamat di sela pertandingan.
Lebih dari Sekadar Trofi
Gelar ini menjadi yang pertama bagi Ronaldo di Arab Saudi. Sejak memutuskan hengkang dari Eropa, banyak yang meragukan motivasinya. Namun, air mata di Riyadh malam itu menjawab semua keraguan. Bagi Ronaldo, juara tetaplah juara, di mana pun ia bermain. Kini, setelah penantian panjang, ia akhirnya bisa tersenyum—meski harus melewati tangis haru lebih dulu.