TANJUNG SELOR — Mahkota yang disandang Nilam sebagai Putri Indonesia Kalimantan Utara 2024 bukan sekadar aksesori prestasi. Di LKSA Panti Asuhan Yatim dan Dhuafa Rita Walidah Aisyiyah, ia membuktikan bahwa gelar itu adalah amanah untuk berbagi.
Melukis dan Bermain Bersama Anak Panti
Puluhan anak asuh menyambut kedatangan Nilam dengan antusias. Alih-alih hanya seremoni seremonial, Nilam mengajak mereka duduk bersama di lantai, memegang kuas dan cat, serta melukis di atas kertas. Tawa dan coretan warna-warni memenuhi ruangan panti sepanjang sesi berlangsung.
“Saya ingin menggunakan mahkota ini bukan hanya sebagai simbol prestasi, tetapi juga sebagai sarana untuk berbagi, menginspirasi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan,” ucap Nilam.
“Kakak, Jangan Lupa Datang Lagi Ya”
Salah satu anak asuh, Aisyah, tak bisa menyembunyikan kegembiraannya. Ia mengaku senang bisa bertemu langsung dan mengikuti kegiatan interaktif bersama Nilam. “Kami bisa melukis bersama, bermain, dan mendapatkan banyak motivasi. Semoga Kakak selalu sukses dan bisa datang lagi ke sini,” ungkap Aisyah penuh semangat.
Bagi Nilam, kebahagiaan anak-anak panti adalah tujuan utama dari kunjungan ini. “Semoga kehadiran kami dapat memberikan kebahagiaan dan motivasi bagi adik-adik di sini untuk terus bermimpi dan percaya pada kemampuan mereka,” tambahnya.
Apresiasi Pengurus Panti: Dukungan Moral untuk Anak Asuh
Pengurus LKSA Panti Asuhan Yatim dan Dhuafa Rita Walidah Aisyiyah Tanjung Selor menyampaikan apresiasi atas perhatian Nilam. Mereka menilai kunjungan seperti ini memberikan dampak psikologis positif, menumbuhkan rasa percaya diri, dan menunjukkan bahwa anak-anak panti juga diperhatikan oleh publik figur.
Kegiatan ini menjadi contoh nyata bahwa peran seorang Putri Indonesia tidak berhenti di panggung nasional. Nilam membawa mahkota itu ke tengah masyarakat Tanjung Selor, menjadikannya simbol pengabdian dan harapan bagi mereka yang membutuhkan.