Pencarian

Gelombang 0,75 Meter Terjang Talengan, BMKG Akhiri Peringatan Tsunami Pascagempa M7,7 Filipina

Selasa, 09 Juni 2026 • 17:02:01 WIB
Gelombang 0,75 Meter Terjang Talengan, BMKG Akhiri Peringatan Tsunami Pascagempa M7,7 Filipina
Gelombang tsunami setinggi 0,75 meter terpantau di Talengan pascagempa M7,7 Filipina.

KALIMANTAN UTARA — Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyatakan status siaga tsunami dicabut setelah hasil observasi di sejumlah wilayah terdampak tidak lagi menunjukkan kenaikan muka air laut yang signifikan dan membahayakan. “Peringatan Dini Tsunami dinyatakan berakhir pada 10:15:51 WIB,” ujar Faisal di Gedung MHEWS BMKG, Jakarta, Senin.

Kenaikan Tertinggi di Talengan dan Paleleh

Data sensor tide gauge BMKG menunjukkan puncak gelombang tsunami terjadi di Talengan dengan ketinggian 0,75 meter pada pukul 08.20 WIB. Sebelumnya, wilayah Paleleh mencatat kenaikan 0,45 meter pada pukul 07.34 WIB, disusul Melonguane dan Tanjung Sidupa yang masing-masing mencapai 0,32 meter.

Kenaikan juga terpantau di Ulu Siau (0,18 meter), Bitung (0,29 meter), Ternate (0,14 meter), serta Loloda (0,09 meter). Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida R. menambahkan bahwa gempa bumi ini dirasakan kuat dengan intensitas VI MMI di Miangas dan Melonguane—setara dengan getaran yang menyebabkan plester dinding jatuh dan cerobong asap pabrik rusak.

20 Gempa Susulan, Magnitudo Terbesar 6,7

Hingga pukul 10.00 WIB, BMKG mencatat 20 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar mencapai 6,7 dan terkecil 3,9. Getaran dirasakan di 18 wilayah, mulai dari Manado, Palu, Ternate, hingga Gorontalo. Di Siau dan Tagulandang, intensitas mencapai V MMI—barang-barang terpelanting dan tiang tampak bergoyang.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengimbau warga di daerah terdampak tidak langsung memasuki bangunan sebelum memastikan struktur bangunan aman. “Apabila masih terdapat kerusakan atau retakan-retakan, perlu menjadi perhatian dan tidak langsung masuk ke dalam ruangan,” tuturnya.

Tim Survei Dikerahkan, 191 Lokasi Siaga

Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG Teguh Rahayu memastikan pihaknya akan menurunkan tim ahli ke lokasi terdampak. “Seluruh UPT BMKG di daerah telah berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk survei gempa bumi merusak dan monitoring dampak dari gempa tersebut,” kata Ayu, sapaan akrabnya.

Faisal menegaskan BMKG bersiaga 24 jam dan terus memperkuat pemantauan dengan ribuan sensor yang tersebar di 191 lokasi di Indonesia. Masyarakat diimbau mengakses informasi hanya dari saluran resmi BMKG, termasuk aplikasi mobile wrs-bmkg dan akun media sosial @infoBMKG.

“Kami mengajak masyarakat menerapkan struktur tahan gempa. Masyarakat dapat berdiskusi dan konsultasi dengan para ahli, perguruan tinggi setempat, dan kantor BMKG,” ujar Faisal.

Bagikan
Sumber: bmkg.go.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks