Caswell bukan programmer. Namun, dengan bantuan Claude, asisten AI dari Anthropic, ia menciptakan Prompt Deck dalam satu sesi duduk. Aplikasi web mungil ini bekerja seperti setumpuk kartu indeks digital: setiap pagi, satu pertanyaan jurnal muncul di layar. Pertanyaan bisa ringan seperti "Jelaskan cahaya di ruanganmu sekarang" atau lebih dalam seperti "Apa yang kamu pura-pura tidak tahu?"
Yang membuat Prompt Deck berbeda: aplikasi ini tidak menampilkan prompt acak. Caswell mendesainnya agar satu pertanyaan bertahan seharian penuh, menciptakan ritual kecil ketimbang mesin slot yang terus berganti. Jika prompt hari itu tidak cocok, pengguna bisa menarik kartu baru dari tujuh kategori: Syukur, Refleksi, Memori, Mimpi, Hubungan, Pertumbuhan, dan Pengamatan.
Ritual Harian yang Menggantikan Rasa Malas Menulis
"Yang saya butuhkan bukan kemauan lebih besar—saya sangat suka menulis. Tapi saya butuh titik awal. Satu pertanyaan bagus, diberikan setiap hari, sehingga satu-satunya keputusan tinggal menjawabnya," tulis Caswell di Tom's Guide.
Ruang menulis kecil tersedia tepat di bawah kartu prompt. Semua tulisan otomatis tersimpan di browser atau ponsel—privat sepenuhnya. Pengguna juga bisa menekan ikon hati untuk menyimpan prompt favorit, atau menyalin dan menempelkannya ke aplikasi catatan lain.
Dari Ide ke Aplikasi dalam Hitungan Menit
Proses pembuatan Prompt Deck berlangsung seperti obrolan dengan teman yang bisa coding. Caswell menjelaskan apa yang ia inginkan—aplikasi prompt jurnal harian, nuansa kartu, warna tenang malam hari, ruang menulis privat—dan Claude menulis seluruh kode dalam satu file HTML. Setiap kali ada yang terasa kurang pas, ia meminta penyesuaian. "Buat prompt lebih hangat." "Perbesar teks di ponsel." "Tambahkan tombol simpan." Setiap perubahan hanya butuh beberapa detik.
Ini bukan proyek pertama Caswell. Sebelumnya, ia membuat The Summer Box, pencari aktivitas untuk anak-anak, dengan cara yang persis sama. "Begitu kamu sadar bisa mendeskripsikan alat kecil yang kamu inginkan dan alat itu muncul, kamu mulai melihat semua masalah kecil dalam hidup yang bisa dipecahkan oleh aplikasi kecil," katanya.
Cara Membuat Aplikasi Sendiri Tanpa Coding
Caswell membagikan resep sederhana untuk siapa pun yang ingin mencoba. Pertama, buka Claude (versi gratis sudah cukup) dan jelaskan ide aplikasi yang diinginkan seperti menjelaskan pada teman yang paham teknologi. Kedua, ajak Claude bolak-balik sampai hasilnya terasa pas. Ketiga, minta Claude mengeluarkan hasil sebagai satu file yang bisa diunggah ke Netlify—platform hosting gratis. Keempat, seret file tersebut ke halaman Netlify. Dalam waktu sekitar satu menit, aplikasi sudah bisa diakses lewat tautan unik.
Yang paling menarik: aplikasi ini bisa terus diperbarui. Ingin menambah prompt baru, mengubah warna, atau menambahkan fitur? Cukup kembali ke percakapan dengan Claude, minta perubahan, lalu seret file baru ke Netlify. Tautan yang sama akan langsung menampilkan versi terbaru.
"Membuat aplikasi yang benar-benar berguna itu sangat memuaskan," ujar Caswell. "Sekarang, setiap kali saya berpikir 'Andai ada aplikasi untuk...', saya langsung membuatnya sendiri."