TARAKAN — Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltara, Syamsuddin Arfah, mengungkapkan pihaknya akan mengundang Universitas Borneo Tarakan (UBT), Universitas Kaltara (Unikaltar), dan Universitas Terbuka (UT) dalam rapat lanjutan. Pertemuan itu dijadwalkan untuk memperjelas kerja sama beasiswa di tengah keterbatasan anggaran daerah.
“Dengan kondisi anggaran seperti ini, kami perlu mengetahui apa saja yang ingin dilakukan kampus-kampus di Kalimantan Utara terkait kerja sama beasiswa,” ujarnya usai kunjungan ke UBT, Kamis (16/7/2026).
Anggaran Beasiswa Menyusut, Defisit APBD Jadi Dalih
Syamsuddin menjelaskan, saat pembahasan APBD, Komisi IV sempat mengusulkan anggaran beasiswa sebesar Rp15 miliar. Namun, kondisi fiskal yang tidak sehat membuat Pemprov Kaltara memangkas alokasi tersebut.
“APBD kita memang dalam kondisi yang tidak baik-baik saja. Defisitnya cukup besar sehingga mungkin itu yang menjadi acuan pemerintah provinsi,” jelasnya.
Ia menambahkan, sebelumnya Komisi IV menerima penjelasan bahwa anggaran Rp5 miliar yang tersedia terdiri dari Rp3 miliar untuk nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah kampus. Namun, saat pembahasan Pansus LKPj pada Mei lalu, pemerintah menyebut seluruh Rp5 miliar habis untuk skema kerja sama tersebut.
Skema Beasiswa Berubah, Jalur Umum Ditutup
“Ini yang akan kami tindak lanjuti dalam rapat berikutnya. Karena sebelumnya disampaikan Rp3 miliar, kemudian berubah menjadi Rp5 miliar,” terang Syamsuddin.
Menurutnya, anggaran Rp5 miliar tersebut tidak lagi membuka jalur beasiswa umum karena keterbatasan kemampuan keuangan daerah. Ia menegaskan persoalan ini bukan karena kurangnya transparansi, melainkan ada informasi yang belum tersampaikan secara utuh.
“Bukan tidak transparan, mungkin ada beberapa hal yang belum tersampaikan secara utuh. Nanti akan kami bahas lagi bersama dan wartawan juga akan kami undang,” tegasnya.
UBT Baru Terima Informasi Awal, Tunggu Petunjuk Teknis
Dalam pertemuan tersebut, DPRD juga baru mengetahui bahwa bantuan pendidikan terdiri atas Beasiswa Kaltara Unggul dan beasiswa khusus. Saat ini, yang berjalan baru beasiswa khusus melalui kerja sama dengan perguruan tinggi.
“Yang muncul sekarang baru beasiswa khusus. Informasinya sekitar 300 mahasiswa yang akan menerima bantuan tersebut,” ungkap Syamsuddin.
Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum UBT, Dr. Etty Wahyuni, mengungkapkan kampusnya baru menerima informasi awal mengenai kuota 300 mahasiswa. “Informasinya sekitar Rp3.250.000 per mahasiswa dalam setahun. Kalau dihitung, total untuk UBT sekitar Rp1 miliar. Tetapi ini masih informasi awal karena petunjuk teknisnya belum kami terima dari pemerintah provinsi,” katanya.
Ia menjelaskan, pada tahun-tahun sebelumnya terdapat dua jalur beasiswa: jalur khusus melalui kampus dan jalur umum yang pendaftarannya dilakukan langsung oleh mahasiswa melalui laman milik Pemprov Kaltara. Hingga kini, UBT masih menunggu petunjuk teknis yang akan mengatur persyaratan, semester penerima, hingga IPK minimal.