TARAKAN — Herman Hamid tidak ingin program bedah rumah bagi warganya berhenti di tengah jalan. Setelah berhasil merealisasikan 5 unit rumah pada tahap pertama di Kelurahan Sebengkok dengan progres fisik mencapai 30 hingga 50 persen, politisi Partai Demokrat itu kini mengunci usulan baru untuk 10 unit rumah pada tahap kedua.
Dari total 52 berkas usulan yang masuk, hanya 10 unit yang dinyatakan memenuhi persyaratan pemerintah pusat. Meski begitu, Herman menegaskan kuota tersebut akan terus diperjuangkan agar bantuan stimulan senilai Rp 20 juta per unit dapat segera direalisasikan.
Prioritas Utama untuk Konstituen yang Berjuang di Pileg
Di sela peninjauan, Herman secara terbuka menyampaikan arahannya terkait kriteria penerima bantuan. Baginya, warga yang telah bekerja keras memenangkan dirinya pada Pemilihan Legislatif (Pileg) lalu menjadi prioritas utama yang harus dibantu terlebih dahulu.
"Saya berdiri di DPRD Kota Tarakan ini karena amanah dan perjuangan warga di bawah. Maka dari itu, saya tegaskan bahwa masyarakat dan konstituen di RT-RT yang kemarin berkomitmen serta berjuang bersama-sama memenangkan saya pada Pileg adalah prioritas utama yang harus saya bantu terlebih dahulu," ujar Herman di lokasi peninjauan.
Kejar Anggaran Pusat karena APBD Terbatas
Langkah agresif ini diambil bukan tanpa alasan. Alokasi APBD Kota Tarakan diperkirakan hanya mampu menampung sekitar 20 unit rumah untuk seluruh wilayah kota. Kondisi ini mendorong Herman untuk bergerak cepat mengamankan anggaran dari Kementerian PKP.
"Tahap pertama sebanyak 5 unit rumah saat ini progres fisiknya sudah mencapai 30 hingga 50 persen. Kita tidak ingin berhenti di situ. Hari ini saya tegaskan bahwa untuk tahap kedua, usulan sebanyak 10 unit rumah warga sudah resmi kita ajukan dan kita kunci ke Kementerian PKP. Kita kejar anggaran pusat karena APBD daerah kita sangat terbatas," tegasnya.
Pengawasan Ketat hingga Rumah Siap Huni
Herman memastikan seluruh rangkaian program bedah rumah di Kecamatan Tarakan Tengah, baik yang sedang berjalan maupun yang baru diusulkan, akan terus dikawal hingga bangunan selesai 100 persen dan layak dihuni.
"Saya bertarung memperjuangkan anggaran di pusat agar kebutuhan rumah layak huni bagi warga yang telah berjuang bersama saya bisa terpenuhi tuntas. Warga harus merasakan bahwa memiliki wakil rakyat yang mereka perjuangkan sungguh-sungguh memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan mereka," tambahnya.
Komitmen ini sekaligus menjadi pembuktian bahwa peran wakil rakyat tidak berhenti saat kontestasi politik usai. "Ini adalah soal melunasi janji politik dan menjaga kepercayaan rakyat. Pilihan warga pada saat Pileg harus berbuah hasil yang nyata bagi kehidupan mereka," tutup Herman.