Pencarian

Menko Airlangga Dorong Kawasan Industri Wiraraja Madura Jadi Penyeimbang Petrokimia Gresik, 8 Perusahaan China Siap Masuk

Senin, 10 Agustus 2026 • 10:03:01 WIB
Menko Airlangga Dorong Kawasan Industri Wiraraja Madura Jadi Penyeimbang Petrokimia Gresik, 8 Perusahaan China Siap Masuk
Menko Airlangga Hartarto menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman pengembangan Kawasan Industri Wiraraja Madura di Jakarta, Rabu (8/5).

KALIMANTAN UTARA — Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Wiraraja Madura International dengan Guangzhou Zhanjiang Industrial Transfer Cooperation Park Management Committee menjadi fondasi awal proyek ini. Selain itu, kesepakatan bergabungnya Wiraraja Madura Industrial Estate ke dalam Guangdong ASEAN Industrial Park International Cooperation Alliance turut diteken dalam acara yang digelar di Jakarta, Rabu (8/5).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang menyaksikan langsung prosesi penandatanganan menegaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari program strategis nasional. Menurutnya, keberadaan kawasan industri di Bangkalan akan melengkapi ekosistem manufaktur yang sudah ada di Jawa Timur.

"Indonesia punya program Two Countries Twin Parks (TCTP) yang terus akan kita dorong. Kawasan di Madura ini kedepannya juga merupakan kawasan heavy industry Indonesia, Petrokimia (Gresik). Jadi nanti dengan adanya Kawasan Industri Bangkalan ini akan menjadi seimbang," ujar Airlangga dalam keterangan resminya.

Klaster Industri Padat Karya dari China Siap Dikembangkan

Rencana pengembangan kawasan ini tidak sekadar wacana. Sejumlah klaster industri dari Tiongkok telah dipetakan untuk masuk ke Wiraraja Madura, meliputi sektor-sektor yang menyerap banyak tenaga kerja:

- Industri pengolahan cokelat - Manufaktur matras - Tekstil dan benang - Berbagai sektor manufaktur padat karya lainnya

Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) sekaligus President Director Wiraraja Madura Industrial Estate, Akhmad Ma'ruf Maulana, menyatakan kawasan ini dirancang sebagai pusat manufaktur terpadu. Fokus pengembangannya mencakup sektor industri, logistik, dan energi ramah lingkungan.

"Kehadiran mitra strategis dari Guangdong diharapkan mampu mempercepat masuknya investasi baru serta memperluas peluang transfer teknologi dan peningkatan kapasitas industri nasional," kata Ma'ruf.

Skema Pembiayaan Bilateral dan Dukungan Percepatan Perizinan

Airlangga menambahkan, pengembangan kawasan ini akan semakin memperkuat hubungan ekonomi kedua negara yang selama ini berjalan intensif. Salah satu instrumen pendukung yang disorot adalah skema pembiayaan bilateral yang sudah ada.

"Indonesia dan China juga sudah punya bilateral swap arrangement (Bilateral Currency Swap Arrangement atau BCSA) yang sampai dengan 50 miliar dolar. Harapannya bisa juga trade menggunakan currency masing-masing sehingga tidak tergantung kepada currency yang lain," jelas Airlangga.

Dari sisi eksekusi, pemerintah memastikan percepatan penyelesaian perizinan menjadi prioritas. Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta instansi pelayanan perizinan terkait telah diminta untuk memangkas birokrasi demi merealisasikan investasi secepatnya.

Wali Kota Zhanjiang, Li Yongyi, menilai Indonesia merupakan mitra dagang penting bagi kotanya. Ia berharap kolaborasi antara Guangdong (Fenyong) ASEAN Industrial Park dan Wiraraja Madura Industrial Estate dapat menjadi model konkret implementasi TCTP, mencakup penguatan investasi, pertukaran informasi industri, serta pengembangan kapasitas produksi kedua negara.

Katalis Pertumbuhan Ekonomi untuk Indonesia Timur

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menyebut proyek ini memiliki dampak strategis yang lebih luas dibandingkan sekadar pembangunan kawasan industri biasa. Ia optimistis investasi ini mampu mendorong pemerataan ekonomi.

"Kerja sama ini tidak hanya memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan Tiongkok, tetapi juga menjadi langkah konkret Pemerintah dalam mendorong investasi berkualitas, mempercepat pengembangan kawasan industri baru, dan membuka lebih banyak lapangan kerja," ujar Haryo.

Data terbaru menunjukkan tren positif hubungan dagang kedua wilayah. Pada 2025, nilai perdagangan antara Zhanjiang dan Indonesia mencapai 2,461 miliar yuan atau meningkat 6,3% dibandingkan tahun sebelumnya. Hingga saat ini, tercatat delapan perusahaan asal Zhanjiang yang telah merealisasikan investasinya di Indonesia, dengan tambahan investasi baru yang mengalir melalui pengembangan kawasan ini.

Follow kabartarakan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: suarapemerintah.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks