TARAKAN — Kecurigaan warga Jalan Gajah Mada, Gang Kepiting, RT 31, Kota Tarakan, berujung pada penemuan sesosok tubuh tak bernyawa di dalam kamar kos, Ahad (16/8/2026) pagi. Pria yang kesehariannya bekerja sebagai juru parkir itu diketahui sudah tidak terlihat beraktivitas sejak pagi, padahal biasanya ia sudah berada di luar kamar untuk bekerja.
Risma, salah seorang warga, mengaku mulai curiga saat melihat jendela kamar korban yang biasanya terbuka pada pagi hari justru masih tertutup rapat. Saat itu, ia baru pulang dari pasar dan tidak melihat aktivitas seperti biasanya.
"Saya dari pasar, kenapa itu belum ada parkir di luar? Makanya saya tanya mereka (anak-anak sekitar), adakah Om (korban) ke luar? ternyata tidak ada," ungkapnya.
Pintu Tak Terkunci, Warga Intip Lewat Jendela
Risma lantas meminta anak-anak di sekitar untuk memeriksa kondisi kamar korban dari luar. Ia mendapati pintu kamar tidak dalam keadaan digembok dari luar, sehingga muncul dugaan kuat korban masih berada di dalam.
"Saya bilang kalau digembok, rumahnya berarti di luar. Kalau tidak digembok, berarti di dalam," katanya.
Setelah dilakukan pengecekan melalui jendela, warga melihat korban dalam kondisi tidak bergerak. Risma menyebut tubuh korban sudah kaku dan tidak mengenakan pakaian sama sekali. "Memang kejung sudah (badannya). Tidak menggunakan pakaian sama sekali (telanjang bulat)," tuturnya.
Risma mengaku tidak berani masuk ke dalam kamar dan hanya melihat dari luar jendela. Posisi tubuh korban yang menghadap ke samping membuat wajahnya tidak terlihat jelas dari tempat ia mengintip.
Korban Sempat Mandi dan ke Gereja Sebelum Ditemukan Tewas
Sapri, penghuni kos lainnya, mengaku sempat melihat korban mandi pada pagi harinya sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia. Ia juga mengetahui aktivitas korban sehari-hari sebagai tukang parkir di sebuah warung Coto Makassar di depan kos.
"Sehari-hari saya tahunya beliau sebagai tukang parkir di warung Coto Makassar di depan," ujarnya.
Wati, penghuni kos lain, menuturkan korban masih sempat beraktivitas hingga malam sebelumnya, termasuk menghadiri kegiatan di gereja Katolik dan berbincang dengan sejumlah orang. "Beliau juga sempat ke gereja tadi malam," katanya.
Dalam beberapa hari terakhir, korban sempat berpindah lokasi kerja untuk membantu menjaga parkir di sebuah warung kapurung selama sekitar tiga hari. Wati juga menyebut korban sempat mengeluhkan rasa lelah, namun selama mengenalnya, ia tidak pernah mengetahui korban memiliki riwayat penyakit tertentu. "Setahu saya tidak pernah ada riwayat sakit," tuturnya.
Kesan Baik Warga terhadap Korban
Risma menuturkan bahwa korban dikenal baik oleh penghuni kos dan warga sekitar. Ia tidak pernah memiliki masalah dengan tetangga dan kerap membantu orang-orang di lingkungan tempat tinggalnya. "Bagi saya Om itu baik kepada warga dan tidak ada salah sama sekali," ucapnya.
Korban diketahui telah lama tinggal di kawasan tersebut, bahkan sebelum Risma menetap sekitar enam tahun lalu. Meski sempat pindah ke kawasan Karanganyar selama tiga bulan, korban kemudian kembali ke kos tersebut. Rumah kos itu memiliki sekitar 10 kamar, namun hanya empat kamar yang saat ini terisi.