TARAKAN — Ribuan warga memadati Taman Berkampung untuk menyaksikan puncak acara Katalis 2026, sebuah ajang yang diinisiasi KPwBI Kalimantan Utara untuk mendorong kreativitas anak muda sekaligus mempercepat adopsi transaksi nontunai di daerah. Kegiatan ini merupakan pelaksanaan kedua setelah edisi perdananya sukses digelar tahun sebelumnya.
Kepala KPwBI Provinsi Kalimantan Utara, Agus Taufik, menegaskan bahwa ajang ini dirancang sebagai wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan inovasi yang berdampak luas bagi masyarakat.
"Katalis kami harapkan menjadi wadah, terutama bagi generasi muda, untuk terus mengembangkan kreasi dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat Tarakan khususnya dan Kaltara pada umumnya," ujarnya di sela-sela acara.
24 Grup Band Berlaga, Jingle QRIS Jadi Ajang Kreativitas Baru
Mengusung tema "Berkarya, Berinovasi, dan Berdampak", Katalis 2026 menghadirkan tiga kompetisi utama. Kompetisi Live Band Performance menjadi yang paling menyedot perhatian dengan diikuti 24 grup band dari tingkat SMP, SMA, hingga mahasiswa.
Selain panggung musik, panitia juga menggelar kompetisi Jingle QRIS dan Jingle Perlindungan Konsumen. Dua lomba ini dirancang untuk mengajak publik memahami sistem pembayaran digital dan hak-hak mereka sebagai konsumen melalui karya kreatif.
Mengapa Edukasi Literasi Keuangan Menjadi Kunci di Tengah Derasnya Arus Digital?
Di luar panggung kompetisi, Katalis 2026 juga menyediakan layanan edukasi yang menyasar isu krusial: literasi keuangan dan literasi digital. Agus menilai pemahaman ini menjadi kebutuhan mendesak seiring pesatnya perkembangan teknologi dan transaksi nontunai di masyarakat.
"Di era digital yang sangat pesat ini, kita perlu terus memberikan pemahaman dan edukasi literasi keuangan serta literasi digital kepada masyarakat," kata Agus.
Paul Partohap: Dari Panggung Hiburan ke Kursi Juri
Kemeriahan acara kian lengkap dengan kehadiran musisi Paul Partohap. Ia tidak hanya tampil sebagai bintang tamu, tetapi juga duduk sebagai juri dalam kompetisi Live Band Performance. Kehadirannya diharapkan mampu menginspirasi para peserta untuk terus mengasah bakat di industri musik.
Antusiasme publik terhadap penampilan musisi asal Indonesia ini sangat tinggi. Panitia mencatat seluruh tiket yang disediakan untuk menyaksikan aksi panggungnya telah habis terjual.
Rangkaian Pekan QRIS Nasional di Kaltara tidak berhenti di Katalis 2026. Pada Minggu (16/8), panitia menggelar kegiatan lari 8.1K yang menempuh jarak 8,1 kilometer dan diikuti sekitar 1.500 pelari dari Kaltara serta daerah sekitarnya.
Agus berharap seluruh rangkaian acara ini memberikan manfaat nyata dan menjadi ruang bagi anak muda untuk menghasilkan karya yang berdampak. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Tarakan, peserta, pengunjung, dan seluruh pemangku kepentingan yang mendukung terselenggaranya acara tersebut.
"Mudah-mudahan acara ini memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Kaltara dan masyarakat Tarakan serta memberikan inspirasi bagi kita semua," pungkasnya.