Pencarian

Taman Nasional Kayan Mentarang Simpan Kekayaan Endemik di Perbatasan Nunukan, dari Lutung Banggat hingga Rafflesia Pricei

Kamis, 20 Agustus 2026 • 19:19:01 WIB
Taman Nasional Kayan Mentarang Simpan Kekayaan Endemik di Perbatasan Nunukan, dari Lutung Banggat hingga Rafflesia Pricei
Lutung banggat, primata endemik Kalimantan, teramati di kawasan hutan Taman Nasional Kayan Mentarang, Nunukan.

NUNUKAN — Balai Taman Nasional Kayan Mentarang mencatat kekayaan hayati di wilayah perbatasan Kabupaten Nunukan tidak hanya melimpah, tetapi juga menyimpan spesies dengan status konservasi rentan. Salah satunya adalah lutung banggat, primata endemik Pulau Borneo yang habitat alaminya berada di hutan tropis kawasan ini.

Berdasarkan data pemantauan Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Long Bawan, setidaknya terdapat 14 jenis satwa liar yang masuk daftar dilindungi Peraturan Menteri LHK Nomor P.106 Tahun 2018. Jenis tersebut mencakup beruang madu, binturong, kijang, kuau raja, kucing batu, kucing kuwuk, landak, musang congkok, paok Kalimantan, pelanduk, rusa, trenggiling, enggang jambul, dan macan dahan Kalimantan.

Habitat Lutung Banggat dan Kuau Raja di Perbatasan

Lutung banggat menjadi salah satu fauna yang menarik perhatian karena statusnya yang rentan terhadap kepunahan. Satwa ini menghuni hutan tropis di kawasan perbatasan yang masuk dalam wilayah kerja SPTN Wilayah I Long Bawan, yang membentang di Kabupaten Nunukan.

Selain primata tersebut, kuau raja (Argusianus argus) juga menjadi perhatian tim patroli TNKM. Sejak 2021, petugas mulai mengidentifikasi keberadaan burung ini dan melakukan monitoring khusus pada 2022 untuk mengetahui sebarannya di alam liar.

Identifikasi kuau raja dilakukan melalui beberapa metode, mulai dari perjumpaan langsung, suara khas, bekas sarang, hingga helai bulu yang menjadi ciri khas burung tersebut.

Rafflesia Pricei Dijaga Masyarakat Adat

Kekayaan flora di kawasan ini tidak kalah penting. Di dataran tinggi bagian utara yang berbatasan langsung dengan Malaysia, tumbuh Rafflesia pricei, flora endemik yang menjadi salah satu kekayaan tumbuhan penting di TNKM.

Balai TNKM memberikan perhatian khusus pada perlindungan tumbuhan ini. Pengamanan dilakukan melalui kolaborasi dengan masyarakat adat setempat, di mana sejumlah pemuda desa di sekitar habitat Rafflesia pricei ditugaskan untuk melakukan pengamatan rutin sekaligus mencegah kerusakan habitat.

Kawasan Konservasi Seluas 1,2 Juta Hektare

TNKM memiliki luas sekitar 1.271.665 hektare dan berada di wilayah Provinsi Kalimantan Utara. Kawasan ini pertama kali ditetapkan sebagai taman nasional melalui Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 631/Kpts-II/1996 pada 7 Oktober 1996 dengan luas sekitar 1.360.500 hektare.

Sebelumnya, kawasan ini berstatus sebagai Cagar Alam Kayan Mentarang yang ditetapkan pemerintah pada 1980 melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor 847/Kpts/Um/II/1980. Perubahan status dilakukan karena kawasan ini memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi sekaligus menjadi wilayah bermukim masyarakat tradisional etnis Dayak.

Bersinggungan Langsung dengan Serawak dan Sabah

Wilayah kerja SPTN Wilayah I Long Bawan mencakup kawasan di Kabupaten Nunukan dengan dua unit pengelola, yakni Resort Krayan yang mengakomodasi lima kecamatan serta Resort Lumbis yang mencakup Kecamatan Lumbis Hulu.

Data wilayah mencatat terdapat 84 desa atau pemukiman dari tujuh kecamatan, 12 lokasi objek dan daya tarik wisata alam (ODTWA), serta batas negara dengan Serawak sepanjang 101,24 kilometer dan Sabah sepanjang 98,99 kilometer. Di bentang alam inilah berbagai jenis satwa liar hidup di tengah ekosistem hutan pegunungan dan kawasan perbatasan.

Follow kabartarakan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: intikatanusantara.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks