KALIMANTAN UTARA — Menjadi orang tua di era modern memang penuh tantangan. Salah satu yang paling sering tidak disadari adalah kecenderungan untuk terlalu overprotektif atau overparenting. Padahal, campur tangan berlebihan justru bisa menghambat tumbuh kembang anak, lho.
Wahyu Wiwoho, seorang praktisi komunikasi yang juga ayah dari tiga anak, berbagi pengalaman dan pandangannya soal fenomena ini. Baginya, membiarkan anak menghadapi tantangan adalah bagian penting dari proses belajar hidup.
Kenapa Overparenting Berbahaya?
Wahyu mengaku sangat berhati-hati dengan sikap overparenting. Ia mencontohkan, ada orang tua yang meminta guru ikut naik kelas bersama anaknya. Menurutnya, hal ini tidak perlu dilakukan karena anak justru perlu belajar beradaptasi dengan lingkungan dan orang baru.
Ia juga menyoroti fenomena grup WhatsApp orang tua mahasiswa yang membahas hal-hal sepele, seperti kebutuhan anak di kampus. Bahkan, ada orang tua yang sampai menunggui anaknya di kampus. Padahal, anak perlu belajar menyelesaikan urusannya sendiri.
Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Wahyu merujuk pada buku berjudul How to Raise an Adult karya Julie Lythcott-Haims, mantan Dekan Stanford. Buku itu mengungkap banyak mahasiswa yang sulit mandiri karena selalu dibantu orang tua.
Belajar dari Pengalaman Pribadi
Wahyu punya prinsip untuk mendorong anaknya berani menghadapi situasi. Saat anaknya ingin mengikuti demonstrasi kampus, ia justru mendukung. "Biarkan dia belajar cara menghadapi situasi dan peka terhadap kondisi sekitar," ujarnya kepada Mommies Daily.
Ia meyakini, pengawasan tetap perlu, tapi tidak perlu berlebihan. Anak perlu ruang untuk mencoba, gagal, dan bangkit lagi. Dengan begitu, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang resiliens dan tidak mudah menyerah.
Menyeimbangkan Peran sebagai Ayah dan Teman
Sebagai ayah dari dua anak perempuan, Wahyu ingin mereka tetap nyaman bercerita. Ia berusaha hadir sebagai orang tua sekaligus teman yang bisa diajak ngobrol. Momen menjemput dan mengantar anak sekolah menjadi kesempatan berharga untuk membangun kedekatan.
Ia juga sadar bahwa gaya pengasuhan orang tuanya dulu, yang dikenal tegas, perlu dimodifikasi agar relevan dengan zaman sekarang. "Saya belajar dari orang tua, lalu observasi apakah cara itu masih cocok untuk anak-anak saya," jelasnya.
Tips Menghindari Overparenting
Dari pengalaman Wahyu, ada beberapa hal yang bisa dicoba orang tua untuk mendorong kemandirian anak:
- Biarkan anak menyelesaikan masalahnya sendiri selama masih dalam batas aman.
- Jangan terlalu cepat turun tangan saat anak menghadapi kesulitan.
- Dukung anak untuk mencoba hal baru dan mengambil keputusan sendiri.
- Jadilah pendengar yang baik, bukan yang langsung memberi solusi.
Menjadi orang tua adalah proses belajar seumur hidup. Tidak ada yang sempurna, tapi dengan terus membuka diri dan belajar, kita bisa memberikan yang terbaik untuk tumbuh kembang anak.