KALIMANTAN UTARA — Telkomsel genap berusia 31 tahun pada 2025. Di usia ini, perusahaan pelat merah itu tak hanya merayakan umur, tetapi juga menunjukkan perbaikan kinerja keuangan yang signifikan. Laba bersih tumbuh dua digit secara kuartalan, sementara pendapatan tetap bertahan di atas Rp100 triliun.
Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, mengatakan tahun ini menjadi momentum memperkuat fondasi pertumbuhan. "Telkomsel terus menjaga kepemimpinan pasar melalui fokus pada customer value, kualitas layanan broadband, dan pengalaman digital yang semakin relevan bagi masyarakat Indonesia," ujarnya, Rabu (20/5/2026).
ARPU Naik Jadi Rp45 Ribu, Basis Pelanggan Terkonsolidasi
Strategi penyederhanaan produk dan penyesuaian harga mulai membuahkan hasil. Rata-rata pendapatan per pelanggan atau ARPU meningkat menjadi Rp45 ribu di akhir 2025, naik dari periode sebelumnya. Meski basis pelanggan terkonsolidasi menjadi 156,1 juta, produktivitas per pelanggan justru membaik.
Kontribusi layanan digital kini mencapai lebih dari 95 persen dari total pendapatan mobile. Artinya, hampir seluruh pemasukan operator ini berasal dari data dan layanan digital, bukan dari telepon atau SMS konvensional. Trafik data sendiri tumbuh 15 persen secara tahunan.
Pelanggan Fixed Broadband Tembus 10 Juta, Layanan Konvergensi Menguat
Telkomsel juga memperkuat lini fixed broadband. Total pelanggan internet rumah (fixed broadband) kini melampaui 10 juta. Angka ini didorong oleh penetrasi layanan konvergensi—paket yang menggabungkan ponsel dan internet rumah—yang sudah mencapai sekitar 59 persen.
Ini menunjukkan kebutuhan konektivitas rumah tangga Indonesia terus meningkat. Telkomsel memanfaatkan momentum itu dengan mengintegrasikan ekosistem digital, termasuk memakai kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan kualitas layanan.
EBITDA Tumbuh 5,4% Kuartalan, Sinyal Pemulihan Semakin Kuat
EBITDA (laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi) naik 5,4 persen secara kuartalan. Bagi investor, angka ini penting karena menunjukkan kemampuan operasional perusahaan menghasilkan uang tunai. Kenaikan EBITDA mengindikasikan efisiensi biaya berjalan seiring pertumbuhan pendapatan.
Sepanjang 2025, Telkomsel mengusung semangat 'Melayani Sepenuh Hati'. Perusahaan menyebut ini sebagai landasan menghadirkan layanan digital yang relevan. Di usia 31 tahun, operator ini ingin membuktikan diri bukan sekadar penyedia pulsa dan paket data, melainkan penggerak ekosistem digital nasional.