Pencarian

Kebocoran Tabung Gas di Kampung Pukat Hampir Picu Kebakaran, Warga Soroti Damkar yang Sudah Tak Aktif

Jumat, 29 Mei 2026 • 19:03:54 WIB
Kebocoran Tabung Gas di Kampung Pukat Hampir Picu Kebakaran, Warga Soroti Damkar yang Sudah Tak Aktif
Warga Kampung Pukat sigap mengatasi kebocoran tabung gas yang nyaris memicu kebakaran.

NUNUKAN — Insiden kebocoran tabung gas di Kampung Pukat, Kelurahan Nunukan Utara, pada Jumat (29/5) lalu nyaris memicu kebakaran. Peristiwa itu sontak mengingatkan warga pada kondisi pos pemadam kebakaran (Damkar) setempat yang sudah nonaktif.

Pos Damkar Nonaktif, Warga Khawatir Respons Lambat

Ketua RT setempat menyayangkan kondisi pos Damkar yang tak lagi berfungsi. Menurutnya, keberadaan pos tersebut seharusnya menjadi garda terdepan jika terjadi musibah kebakaran di permukiman padat penduduk seperti Kampung Pukat.

“Kami sangat khawatir. Kalau kejadian seperti ini terjadi lagi dan apinya membesar, respons petugas pasti lambat karena pos terdekat sudah tidak aktif,” ujarnya.

Kronologi Hampir Terjadinya Kebakaran

Peristiwa bermula saat seorang warga mencium bau gas menyengat dari dapur rumahnya. Setelah diperiksa, ternyata selang tabung gas mengalami kebocoran. Warga setempat pun sigap mematikan sumber api dan membuka ventilasi rumah untuk mengurai gas.

Beruntung, kejadian tersebut tidak sampai menimbulkan kobaran api atau korban jiwa. Namun, insiden ini menjadi alarm bagi warga akan pentingnya akses pemadam kebakaran yang cepat dan dekat.

Apa Dampak Nonaktifnya Pos Damkar bagi Warga?

Ketua RT menjelaskan, ketiadaan pos Damkar aktif membuat warga harus bergantung pada pos pemadam yang jaraknya cukup jauh dari Kampung Pukat. Jika kebakaran terjadi, waktu tempuh petugas diperkirakan lebih lama, sehingga risiko kerugian material semakin besar.

“Kami berharap pemerintah kelurahan atau kota bisa menghidupkan kembali pos ini. Minimal ada petugas jaga dan satu unit mobil pemadam siaga,” tambahnya.

Siapa yang Paling Terdampak?

Warga yang tinggal di permukiman padat dan rumah semi-permanen menjadi pihak paling rentan. Akses jalan sempit di Kampung Pukat juga menyulitkan jika mobil pemadam dari luar kawasan harus masuk.

“Kampung ini padat. Kalau api sudah membesar, pasti sulit dipadamkan. Kami butuh pos Damkar yang aktif,” ujar seorang warga lainnya.

Kapan Pos Damkar Ini Akan Diaktifkan Kembali?

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Dinas Pemadam Kebakaran setempat mengenai rencana pengaktifan kembali pos di Kampung Pukat. Warga berharap pemerintah segera menindaklanjuti keluhan ini sebelum terjadi musibah yang lebih besar.

Bagikan
Sumber: radartarakan.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks