KALIMANTAN UTARA — Pertemuan antara Kepala Negara dan pelajar tersebut berlangsung di sela kunjungan kerja Presiden ke Bali. Siswa yang tidak disebutkan namanya itu mengungkapkan pengalaman pahitnya menjadi korban perundungan di lingkungan sekolah. Prabowo pun merespons langsung pengakuan sang siswa dengan memberikan perspektif yang berbeda.
Pengalaman Pribadi Presiden soal Ejekan dan Tekanan
"Presiden pun sering diejek," kata Prabowo kepada siswa tersebut, sebagaimana dikutip dari keterangan pers yang diterima redaksi. Pernyataan itu disampaikan Prabowo di hadapan pelajar dan sejumlah guru yang mendampingi.
Menurut sumber di lingkungan istana, Presiden bermaksud menunjukkan bahwa tekanan dan kritik adalah bagian dari kehidupan, termasuk bagi pemimpin negara. Pendekatan personal ini dipilih Prabowo untuk membangun empati tanpa meremehkan penderitaan korban.
Isi Pesan: Bangkit dan Jangan Terpuruk
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo mendorong pelajar tersebut untuk tidak larut dalam kesedihan. Kepala Negara menekankan pentingnya ketahanan mental dalam menghadapi perundungan. "Kuncinya adalah bangkit dan terus maju," ujar Prabowo menambahkan.
Pertemuan ini merupakan bagian dari agenda dialog Presiden dengan pelajar di Bali. Sebelumnya, Prabowo juga menyempatkan diri meninjau fasilitas sekolah dan berdialog dengan para guru mengenai kondisi pendidikan di daerah.
Respons Publik dan Catatan tentang Penanganan Bullying
Pernyataan Prabowo menuai beragam reaksi. Sebagian kalangan menilai pendekatan Presiden terlalu sederhana untuk persoalan sistemik seperti perundungan di sekolah. Namun, kelompok lain mengapresiasi langkah Prabowo yang dinilai berusaha memberikan dukungan moral secara langsung.
Praktisi pendidikan anak yang dihubungi redaksi menekankan bahwa perundungan membutuhkan penanganan struktural, bukan sekadar nasihat individual. Sekolah dan pemerintah daerah, menurut mereka, harus memiliki protokol pencegahan dan penanganan yang jelas.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah belum memberikan pernyataan resmi mengenai tindak lanjut dari pertemuan tersebut. Namun, insiden ini kembali menyoroti maraknya kasus bullying di lingkungan sekolah yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah pusat maupun daerah.