Pencarian

Pasokan MinyaKita di Nunukan Kembali Normal Usai Sempat Terbatas, HET Rp 15.700 per Liter Masih Jadi Acuan

Rabu, 19 Agustus 2026 • 15:47:31 WIB
Pasokan MinyaKita di Nunukan Kembali Normal Usai Sempat Terbatas, HET Rp 15.700 per Liter Masih Jadi Acuan
Stok MinyaKita di Nunukan kembali normal setelah pasokan dari Bulog Tarakan didistribusikan ke sejumlah agen.

NUNUKANKelangkaan MinyaKita yang sempat melanda sejumlah pasar di Nunukan mulai teratasi. Pasokan minyak goreng rakyat dari Bulog Tarakan kembali masuk dan didistribusikan ke agen-agen di kabupaten yang berbatasan langsung dengan Malaysia ini.

Pengawas Perdagangan DKUKMPP Nunukan, Yusron, mengatakan hasil pemantauan di sejumlah agen dan pasar menunjukkan stok saat ini masih aman. Bahkan, persediaan dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga bulan depan.

“Untuk stok saat ini masih aman. Dari hasil pemantauan kami di sejumlah agen dan pasar, persediaan masih bisa memenuhi kebutuhan masyarakat untuk bulan ini bahkan sampai bulan depan,” ujar Yusron.

Harga MinyaKita Dipantau Ketat, Penimbunan Jadi Sasaran

Meski pasokan mulai lancar, pengawasan di lapangan tetap diperketat. DKUKMPP Nunukan memastikan tidak ada pedagang yang berani menjual MinyaKita di atas HET yang telah ditetapkan pemerintah.

“Kita lakukan pemantauan terhadap harga untuk memastikan tidak ada harga jual di atas HET, serta memastikan tidak ada pedagang yang melakukan penimbunan,” tegasnya.

Langkah ini diambil agar fluktuasi harga yang sempat terjadi tidak terulang. Sebelumnya, keterbatasan pasokan sempat membuat sebagian pedagang kesulitan mendapatkan stok, sehingga harga di lapangan berpotensi melonjak.

Pedagang Pasar Mulai Bernapas Lega, Permintaan Tetap Tinggi

Kondisi pulihnya pasokan langsung dirasakan pedagang di pasar tradisional. Astuti, pedagang di Pasar Inhutani, mengaku stok MinyaKita mulai masuk kembali setelah beberapa waktu sempat sulit didapat.

“Sekarang sudah mulai ada lagi stoknya. Sebelumnya memang sempat susah mendapatkan MinyaKita karena pasokannya terbatas. Sekarang sudah mulai masuk lagi, jadi kami bisa menjual kepada pelanggan seperti biasa,” kata Astuti.

Menurutnya, MinyaKita tetap menjadi primadona karena harganya lebih ramah di kantong. Begitu stok tiba, barang biasanya langsung laku dibeli warga.

“Kalau MinyaKita memang masih banyak yang cari, terutama karena harganya lebih terjangkau. Begitu stok datang, biasanya langsung ada yang membeli. Mudah-mudahan pasokannya terus lancar supaya tidak susah lagi mendapatkannya,” ucapnya.

Hal senada disampaikan Juleha, pedagang di Pasar Jamaker. Kondisi ketersediaan minyak goreng saat ini dinilai jauh lebih baik, meski ia berharap distribusi bisa berjalan rutin agar kebutuhan harian masyarakat tidak terganggu.

Distribusi ke Krayan dan Kabudaya Masih Terkendala Akses

Di balik membaiknya pasokan di perkotaan, sejumlah wilayah pedalaman masih menghadapi tantangan distribusi. Daerah Kabudaya dan dataran tinggi Krayan belum bisa menerima pasokan secara rutin karena akses transportasi yang terbatas.

Yusron menjelaskan, selama ini penyaluran ke wilayah tersebut mengandalkan kegiatan pasar murah yang digelar DKUKMPP Nunukan. Langkah ini menjadi cara pemerintah memastikan warga di daerah terpencil tetap bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

“Untuk wilayah Kabudaya dan dataran tinggi Krayan, sementara ini memang belum bisa didistribusikan secara rutin karena aksesnya terbatas. Selama ini biasanya kita salurkan melalui kegiatan pasar murah yang digelar DKUKMPP,” jelasnya.

Pemerintah daerah berharap pasokan dari Bulog Tarakan terus berjalan lancar agar kebutuhan minyak goreng masyarakat Nunukan terpenuhi dan harga tetap berada di batas wajar.

Follow kabartarakan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: benuanta.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks