NUNUKAN — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas IV Nunukan memprakirakan potensi hujan dengan intensitas bervariasi bakal merata di sebagian besar wilayah Kabupaten Nunukan pada Kamis besok. Cakupan wilayah yang terdampak tidak hanya pusat kota, tetapi juga meluas hingga kawasan perbatasan di Pulau Sebatik dan daerah pedalaman yang selama ini kerap menjadi perhatian dalam navigasi transportasi sungai dan laut.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas IV Nunukan, William Sinaga, menyampaikan bahwa kondisi cuaca di masing-masing wilayah diprakirakan berbeda. Potensi hujan mulai terjadi pada pagi, siang, malam, hingga dini hari, sehingga masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan informasi ini sebelum memulai aktivitas.
Wilayah Perkotaan dan Pulau Sebatik: Hujan Siang Hingga Dini Hari
Untuk kawasan perkotaan Nunukan, prakiraan cuaca menunjukkan pagi hari akan cerah berawan. Namun, potensi hujan diperkirakan muncul pada siang hari, sebelum kembali cerah di malam hari dan diguyur hujan ringan menjelang dini hari.
Sementara itu, kondisi di Pulau Sebatik terpantau lebih dinamis. Kecamatan Sebatik Tengah berpotensi mengalami hujan pada siang hari. Di sisi lain, Sebatik Utara diprakirakan diguyur hujan pada siang dan dini hari. Intensitas hujan yang lebih merata diprakirakan terjadi di Sebatik Timur, yang berpotensi hujan pada pagi, siang, hingga dini hari. Adapun Sebatik Barat diprakirakan mengalami hujan pada pagi dan siang hari.
Wilayah Pedalaman: Waspada Hujan Malam Hari
Potensi hujan juga terpantau di sejumlah kecamatan di wilayah pedalaman Nunukan. BMKG mencatat, Kecamatan Lumbis Ogong, Lumbis Hulu, Lumbis Pansiangan, dan Lumbis berpotensi mengalami hujan pada malam hingga dini hari. Kondisi serupa juga diprakirakan terjadi di Kecamatan Sembakung Atulai dan Sembakung.
William menambahkan, suhu udara di Kabupaten Nunukan pada Kamis diprakirakan berada pada kisaran 21 hingga 31 derajat Celsius. Tingkat kelembapan udara diperkirakan mencapai 61 hingga 100 persen, yang menandakan potensi pembentukan awan hujan masih cukup signifikan.
Imbauan untuk Nelayan dan Pengguna Transportasi Laut
Menyikapi prakiraan tersebut, pihak BMKG memberikan peringatan khusus bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, terutama nelayan dan pengguna transportasi laut. Perubahan cuaca yang tiba-tiba di perairan sekitar Nunukan dan Selat Sebatik perlu menjadi pertimbangan utama sebelum melakukan perjalanan.
"Masyarakat perlu tetap memperhatikan kondisi cuaca sebelum melakukan aktivitas, terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan maupun menggunakan transportasi laut," ujar William dalam keterangan resminya.
Informasi cuaca ini diharapkan menjadi acuan bagi warga untuk merencanakan mobilitas, baik untuk keperluan bekerja, melaut, maupun perjalanan antarwilayah di Kabupaten Nunukan. BMKG juga akan terus memperbarui informasi jika terjadi perubahan kondisi atmosfer yang signifikan. (*)