KALIMANTAN UTARA — Berdasarkan data RTI, IHSG bergerak fluktuatif pada sesi pertama perdagangan hari ini. Indeks sempat menyentuh level terendah di 6.376 sebelum akhirnya berhasil merangkak naik hingga level tertinggi 6.424 pada pukul 09.05 WIB.
Total nilai transaksi di pasar reguler pada perdagangan pagi ini tercatat mencapai Rp 897 miliar. Volume saham yang diperdagangkan mencapai 2,384 miliar lembar dengan frekuensi transaksi sebanyak 160.013 kali.
Mayoritas Saham Menguat, Sektor Ini Jadi Penopang
Data internal bursa menunjukkan tekanan jual masih mendominasi pada awal pembukaan, namun aksi beli cepat mengambil alih. Dari total transaksi, sebanyak 297 saham tercatat menguat, sementara 206 saham lainnya masih berada di zona merah, dan 189 saham stagnan.
Meski data detail sektoral belum dirilis secara lengkap, dominasi jumlah saham yang menguat mengindikasikan adanya aksi akumulasi pada saham-saham berkapitalisasi menengah dan kecil. Kondisi ini kerap menjadi sinyal awal kembalinya minat investor ritel domestik.
Kinerja Bulanan dan Mingguan Masih Positif
Jika melihat rentang waktu yang lebih panjang, pergerakan IHSG hari ini melanjutkan tren pemulihan jangka pendek. Secara bulanan, indeks tercatat menguat 0,42%. Performa yang sama juga terlihat pada perbandingan mingguan, di mana IHSG naik 0,42%.
Namun, optimisme jangka pendek ini masih dibayangi oleh tekanan besar dalam enam bulan terakhir. IHSG masih terkoreksi hingga 20,95% secara six-month return, sebuah angka yang mencerminkan volatilitas pasar yang tinggi sepanjang tahun berjalan.
Sentimen Eksternal dan Level Support yang Perlu Dicermati
Level psikologis 6.400 yang kini berhasil ditembus kembali menjadi titik penting bagi pelaku pasar. Jika indeks mampu bertahan di atas level ini hingga penutupan, bukan tidak mungkin momentum penguatan akan berlanjut pada sesi berikutnya.
Sebaliknya, jika gagal bertahan, support terdekat berada di kisaran 6.376—level terendah yang sempat disentuh pagi ini. Pergerakan indeks hari ini akan sangat menentukan arah pasar dalam beberapa pekan ke depan, terutama dalam merespons sentimen eksternal yang masih bergejolak.
Investasi mengandung risiko.