Pencarian

Dari Kampung Tarakan ke Pasar Malaysia, Tenun D'utan Angkat Motif Kaltim ke Mancanegara

Kamis, 27 Agustus 2026 • 00:57:31 WIB
Dari Kampung Tarakan ke Pasar Malaysia, Tenun D'utan Angkat Motif Kaltim ke Mancanegara
Mersia menenun kain khas Kalimantan Utara di rumahnya di Tarakan, Kalimantan Utara.

TARAKAN — Jemari Mersia bergerak lincah di sela-sela helaian benang. Satu per satu benang ditarik, dirapikan, lalu dipadatkan menjadi pola khas Kalimantan Utara. Dari rumah sederhananya di Tarakan, perempuan ini membangun usaha tenun yang kini merambah pasar mancanegara.

Perjalanan Tenun D'utan tidak dimulai dari ruang pameran, melainkan dari dapur rumah setelah Mersia memutuskan berhenti bekerja. Ketertarikannya pada dunia menenun membawanya mencoba peruntungan dengan membawa motif dari kampung halamannya, Flores, Nusa Tenggara Timur.

Perubahan besar terjadi ketika Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Perindagkop dan UMKM) memberikan satu masukan penting: tenun yang dibuat sebaiknya mengangkat identitas Kalimantan Utara.

Dari Motif Flores ke Ciri Khas Kaltim

Masukan itu menjadi titik balik. Mersia mulai mengembangkan motif-motif lokal yang lebih dekat dengan budaya Kaltim. Perlahan, produknya mendapatkan respons positif dari masyarakat.

Dukungan mengalir dari berbagai pihak. Pemerintah daerah, Dekranasda, hingga Bank Indonesia Kalimantan Utara membuka jalan bagi Tenun D'utan untuk tampil di berbagai pameran. Bagi Mersia, pameran bukan sekadar etalase kain, melainkan ruang observasi untuk membaca selera konsumen.

Benang dari Jawa Jadi Pekerjaan Rumah

Di balik perkembangan itu, tantangan datang silih berganti. Bahan baku utama, yakni benang, masih harus didatangkan dari luar daerah, terutama dari Pulau Jawa. Ketika pengiriman terkendala, proses produksi ikut tersendat.

Mencari tenaga terampil juga menjadi pekerjaan rumah tersendiri. Namun, alih-alih berhenti, usaha ini memilih beradaptasi. Motif khas Kaltim tetap dipertahankan sebagai identitas, sementara desain, warna, dan model terus dikembangkan mengikuti zaman.

Pewarnaan alami mulai digunakan dengan memanfaatkan bahan-bahan dari hutan Kalimantan Utara. Kain tenun pun tidak lagi dipandang sebatas lembaran kain.

Tenun Bukan Sekadar Kain, Kini Jadi Tas dan Sepatu

Tenun D'utan mulai dikembangkan menjadi produk turunan seperti tas, sepatu, hingga item fashion lainnya. Langkah ini membuat kain tenun memiliki lebih banyak peluang masuk ke pasar sekaligus meningkatkan nilai jualnya.

Di sisi pemasaran, perubahan juga terjadi. Jika dulu mengandalkan cerita dari mulut ke mulut, kini media sosial dan marketplace menjadi pintu masuk baru. WhatsApp menjadi salah satu kanal yang digunakan Mersia untuk memperkenalkan produknya. Produk juga dititipkan di UMKM Center agar masyarakat bisa melihat langsung hasil produksi.

Pesanan tidak hanya datang dari Tarakan. Tenun D'utan telah menjangkau konsumen di luar Kaltim, termasuk Jakarta dan Malaysia. Digitalisasi bagi UMKM, kata Mersia, bukan sekadar soal mengikuti teknologi, melainkan cara mempertemukan produk lokal dengan konsumen yang sebelumnya sulit dijangkau.

Menghidupi Keluarga dan Perempuan Lokal

Pertumbuhan usaha ini tidak hanya diukur dari seberapa jauh produk terjual. Di balik setiap kain yang diproduksi, ada penenun yang ikut mendapatkan penghasilan. Saat ini, usaha yang dijalankan secara mandiri melibatkan sekitar dua hingga tiga orang dalam proses produksi. Dalam kelompok yang lebih luas, Tenun D'utan juga melibatkan penenun lokal, terutama perempuan.

Bagi keluarga Mersia, usaha ini mengubah banyak hal. Dari seorang ibu rumah tangga, aktivitas menenun berkembang menjadi sumber penghasilan yang membantu memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk membiayai pendidikan anak.

"Tenun bukan hanya sebuah usaha, tetapi juga menjadi sumber penghasilan yang membantu kehidupan keluarga," ujarnya.

Di titik itu, kain tenun memiliki cerita yang lebih panjang dari sekadar motif dan warna. Ia menjadi sumber penghasilan bagi keluarga, membuka kesempatan kerja bagi perempuan, sekaligus membawa identitas Kalimantan Utara ke tempat yang lebih jauh.

Follow kabartarakan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: benuanta.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks